Rabu, 28 Mei 2008

Menulis bisa menyehatkan ?!

“Menulis lebih baik ketimbang operasi pengencangan kulit wajah”.

Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit kamu akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa! Dari saat kamu bangun tidur, menulis meningkatkan aktifitas sel. Dengan coretan pertama diatas kertas kosong, kantung dibawah mata akan segera lenyap, dan kulit kamu akan terasa segar kembali.

“Menulis memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega”. Menulis menjernihkan pikiran dan mengatasi trauma, menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik.

Tambah dikuliti, semakin seksi

Ada beragam alasan orang tega “memperkosa” pisang, lantaran buahnya panjang melengkung dan sering dijadikan santapan penutup makan. Daunnya, selain dipakai pincuk (bungkus) juga bisa menjelma sebagi paying ~pilihan kepepet disaat hujan menghadang satu karena batangnya~.yang di samping baik bagi tumbuh kembangnya lumbicus rubellus, dapat juga dimanfaatkan jadi rakit buat penyelamat manakala banjir datang menjelang.

Biasa karena kelihaian lainnya yang amat diluar sugaan, yaitu pelengkap ritual resesi budaya. Mulai perkawinan sampai kematian, dari sekadar susuguhan bagi Dewi Sri hingga persembahan buah Nyi Roro Kidul; ”penggembira” sebuah pentas kesenian ~Paling tidak~ kang Asep Sunandar Sunarya, dalang beken dari tarar duanda, sering menancapkan wayang – wayangnya pada batng pisang saat pertunjukan atau yang lebih dari itu.

Padahal, barangkali cukup semenel kalimat saja untuk melukiskan kehebatanya “tambah dikuliti semakin seksi”.

Selasa, 27 Mei 2008

Wajah jadi ceria

Cahaya dan keceriaan yang datang karena menahan mata ini bisa terlihat di mata, wajah, dan seluruh anggota tubuh. Tapi bagi para pengumbar pandangan, kepekatan akan terlihat di wajah dan seluruh anggota tubuhnya.

Orang yang senag mengumbar pandangan, akan mengisi hari dengan lamunan. Dia terus akan membayangkan apa yang telah dipandangnya. Nah, kalau udah begini paling asyik bagi dia adalah duduk merenung sendirian. Mari dech kita resapin syair yang satu ini,

“selagai pandangan matamu berkilauan, segala pandangan kan membebani hati, kau pandang segala sesusatu diluar kemampuan sebagai lain tidak kesabaran lagi”

Senin, 26 Mei 2008

Bakalan Kagak Tulalit , Oey!!!

Mata yang terjaga akan membuat hati bersih. Hati yang bersih dan bersinar terang akan memudahkan ia mengungkapkan hakekat – hakekat ilmu, sehingga sebagian demi sebagian ilmu itu bisa diserap. Ilmu itu adalah cahaya. Dia hanya akan melekat pada hati yang bercahaya, bukan pada hati yang kelam.

Kamu semua pasi deh ingin pinter. Resepnya mudah lho, jaga mata dan jangan lupa belajar! Namun bagi siapa yang mengumbar pandangan pandangan matanya, maka hatinya akan menjadi kelam dan gelap. Jalan dan pintu inlu menjadi tertutup.

Kamu masih inget kan ceritanya imam Syafi’i? suatu saat beliau sangat bingung, karena banyak dari hafalanya hilang. Nah, kemudian beliau mengadu kepada gurunya, imam Waqi’. “kenapa akhir – akhir ini hafalan saya benyak yang hilang ?”

Kata imam Syafi’i. “cobalah kamu ingat – ingat, dosa apa yang telah kamu perbuat?” kata gurunya. Kemudian imam Syafi’i teringat, bahwa pada suatu hari beliau secara tidak sengaja melihat betis perempuan karena kainnya tertiup angin.